Aliansi Koin

| EXPANDING BLOCKCHAIN TO NEW HORIZONS

BHO, Blockchain yang Akan Membuat Vietnam “Menjadi Hijau” Secara Nyata & Virtual

BHO adalah platform blockchain ramah lingkungan, yang dikembangkan oleh programmer berasal dari Vietnam. Platform ini bertujuan untuk tidak hanya berkembang secara berkelanjutan di lingkungan digital tetapi juga “menghijaukan” kehidupan di dunia nyata. BHO baru saja mengumumkan kerjasamanya dengan Gaia untuk menanam 1.000 pohon di hutan Ben En, Provinsi Thanh Hoa, Vietnam pada Maret 2022.

Konsumsi Energi untuk Blockchain PoW yang Boros

Seperti diketahui, blockchain tradisional yang dijalankan dengan mekanisme Proof-of-work (POW) – seperti Bitcoin – menghabiskan banyak energi. Hal tersebut menjadikannya isu kontroversial yang menarik perhatian banyak orang.

Salah satu alasan yang biasa didengar adalah penggunaan graphic cards atau GPU untuk memproses perhitungan dengan cepat sewaktu mining Bitcoin. Ini juga menyebabkan node komputasi memanas dengan cepat dan membutuhkan daya yang sesuai untuk menjalankan kipas radiator.

Menurut BBC, para ilmuwan dari University of Cambridge baru-baru ini menerbitkan alat analisis untuk mengukur jumlah energi yang digunakan dalam proses mining cryptocurrency Bitcoin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa total konsumsi energi tahunan Bitcoin adalah sekitar 130TWh – kira-kira setara dengan energi seluruh negara Argentina (125TWh). Alat University of Cambridge juga memberi peringkat konsumsi listrik Bitcoin lebih tinggi daripada Belanda (108,8TWh) dan Uni Emirat Arab (113,20TWh). Hal ini membuat banyak orang khawatir bahwa aplikasi dengan penerapan blockchain akan berdampak besar pada lingkungan. Hal tersebut rentunya menjadi penghalang bagi proyek blockchain untuk berkembang.

Meskipun blockchain tipe lama mengkonsumsi banyak energi, tidak semua blockchain melakukannya, terutama proyek blockchain yang menggunakan mekanisme konsensus Proof of Stake (POS). Mekanisme POS menggunakan algoritma untuk memutuskan siapa yang memvalidasi block berikutnya, alih-alih menguraikan masalah kriptografi yang menggunakan kekuatan komputasi untuk memverifikasi transaksi. Dengan mekanisme kita japat menghemat lebih dari 99% energi dibanding blockchain Bitcoin.

Banyak proyek blockchain ternama di dunia telah menerapkan mekanisme ini termasuk Ethereum, Binance Smart Chain, Solana, dan lain-lain. Di antara mereka, ada proyek BHO – platform blockchain yang dijalankan oleh tim insinyur Vietnam. BHO bertujuan untuk menjadi platform blockchain teratas di Asia Tenggara dalam menciptakan, menyandikan, dan menerapkan aset digital, serta menyediakan solusi decentralized finance untuk usaha kecil dan menengah.

BHO, Proyek Blockchain yang Lebih Ramah Lingkungan

Sejak tahap desain dan perumusan awal proyek, BHO telah memilih untuk menerapkan algoritma Nominated Proof of Stake (nPOS) untuk platformnya. Ini adalah versi yang lebih panjang dari mekanisme konsensus Proof of Stake (POS). Oleh karena itu, platform BHO memiliki keunggulan kecepatan pemrosesan transaksi yang tinggi, biaya gas yang murah, keamanan yang ditingkatkan tetapi masih mewarisi efisiensi energi dari algoritme POS tradisional.

“Sebagai proyek blockchain, kami menghargai pembangunan berkelanjutan. Dalam hal teknologi, proyek BHO secara aktif memilih dan mengembangkan teknologi yang menghadirkan pengalaman optimal untuk pengguna. Dalam kehidupan dunia nyata, kami juga ingin membawa dampak positif kepada masyarakat, biasanya kontribusi untuk melindungi lingkungan hidup kami.”

Nhat Phan, Co-Founder & CEO Proyek BHO

Selain memilih teknologi yang ramah lingkungan, untuk mewujudkan tujuan tersebut, BHO telah bekerja sama dengan Gaia Nature Conservation Center; sebuah organisasi teknologi nirlaba yang bergerak di bidang penanaman hutan dan konservasi alam. Melalui kemitraan ini, meraka akan melakukan penanaman 1000 pohon di hutan Ben En, Thanh Hoa pada Maret 2022.

“Kontribusi proyek BHO sangat signifikan. Di Taman Nasional Ben En, ada sekitar 3.000 hektar hutan rusak yang perlu direstorasi. Fakta bahwa kita melakukan penghijauan bersama akan merevitalisasi dan meningkatkan fungsi ekologis hutan-hutan ini. Selain itu, juga akan berperan dalam tersedianya habitat bagi satwa liar untuk secara khusus berkontribusi dalam memerangi perubahan iklim.”

Do Thi Thanh Huyen – CEO Gaia Nature Conservation Center

Kolaborasi ini hanyalah pembuka dalam perjalanan menghubungkan Metaverse dengan dunia nyata. Dari keinginan untuk berkembang secara berkelanjutan dan membawa nilai-nilai positif kepada masyarakat, BHO telah meningkatkan proyeknya dengan misi yang lebih luas dengan menghubungkan tanggung jawab proyek dengan lingkungan hidup kita, dan “membuat hijau” baik dunia maya maupun dunia nyata.