Aliansi Koin

| EXPANDING BLOCKCHAIN TO NEW HORIZONS

Terobosan Terbaru JPMorgan

​​Bank multinasional yang berbasis di New York JP Morgan telah secara resmi mendaftarkan merek dagang untuk wallet mata uang virtual, berencana untuk menyediakan transfer elektronik mata uang virtual kepada pengguna melalui jaringan komputer global. Merek dagang ini juga mencakup pertukaran finansial mata uang kripto serta pemrosesan pembayaran mata uang kripto. Permohonan raksasa perbankan JPMorgan Chase mengenai merek dagang untuk dompet digital dengan fitur kripto telah disetujui oleh Kantor Paten A.S. setelah lebih dari dua tahun berada dalam status permohonan.

 

Menurut pengajuan ke Kantor Paten dan Merek Dagang AS, JPMorgan mengajukan merek dagang untuk “JP Morgan Wallet” pada Juli 2020. Pengajuan akhirnya disetujui pada 15 November. Merek dagang menunjukkan bahwa wallet akan dapat diterapkan ke layanan online, termasuk pemrosesan pembayaran mata uang kripto, transfer elektronik mata uang virtual oleh komunitas online, dan pertukaran mata uang virtual. Pada Agustus 2021, JP Morgan mulai mengizinkan pelanggannya untuk berinvestasi dalam dana mata uang kripto. Ini adalah layanan yang ditawarkan melalui New York Digital Investment Group, sebuah perusahaan investasi mata uang kripto. Selanjutnya, langkah tersebut mendahului ekspansi lanjutannya ke market mata uang virtual. Ini juga dapat diterapkan untuk layanan keuangan lainnya, termasuk rekening giro virtual, pembayaran Kliring Otomatis (ACH), pemrosesan cek elektronik, dan pembayaran tagihan.

 

Meskipun JP Morgan belum menerapkan merek dagang ke wallet mata uang kripto secara penuh, ia telah membuat beberapa terobosan ke dalam industri blockchain selama beberapa bulan terakhir. Bulan lalu, bank terbesar AS tersebut mengungkapkan sedang menjajaki ide meluncurkan digital wallet yang memungkinkan pengguna memilih kredensial identitas digital di berbagai aplikasi DeFi dan metaverse. Awal bulan ini, JPMorgan mengeksekusi perdagangan DeFi pertamanya, yang difasilitasi oleh Monetary Authority of Singapore (MAS).

 

Pengenalan dan pengembangan berkelanjutan dari wallet JP Morgan adalah pertanda baik dari market yang terus berkembang. Salah satu bank Amerika terbesar dalam hal total aset kini merangkul mata uang digital. Walaupun JPMorgan tampaknya menyambut sektor kripto, Jamie Dimon, CEO bank tersebut, tetap menjadi kritikus Bitcoin. Dia baru-baru ini menggambarkan Bitcoin sebagai ‘kotor’ dan ‘mahal’. Dimon juga berjuang untuk mencari tahu mengapa mata uang kripto dapat memiliki nilai. Pada saat yang sama, dia memiliki pandangan yang sangat positif tentang blockchain, teknologi yang menopang mata uang kripto utama seperti Bitcoin.