Aliansi Koin

| EXPANDING BLOCKCHAIN TO NEW HORIZONS

Sudah Siap Untuk Diluncurkan, Rupiah Digital Akan Menjadi Alat Transaksi yang Sah?

Bank Indonesia kembali menggaungkan terkait dengan rupiah digital atau CBDC (Central Bank Digital Currency), diketahui bahwa saat ini proses penerbitan rupiah digital sudah masuk ke dalam tahap pemilihan bank atau sistem pembayaran yang diberikan kepercayaan untuk mendistribusikan rupiah digital. Perry Warjiyo selaku Gubernur Bank Indonesia, mengatakan pengembangan mata uang tersebut menjadi salah satu penopang negara dan berdasarkan kedaulatan. Bank Indonesia akan mendistribusikan rupiah digital melalui dua opsi, yaitu wholesale (grosir) dan atau ritel, dengan mengadopsi sistem blockchain.

CEO platform perdagangan crypto Indodax, Oscar Darmawan mengatakan langkah penggunaan rupiah digital merupakan sinyal baik untuk dapat meningkatkan ekosistem ekonomi digital, sehingga Indonesia tidak tertinggal dari negara lain. Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni P.Joewono menuturkan eksplorasi CBDC dilakukan berdasarkan enam tujuan yaitu pertama, menyediakan alat pembayaran digital risk-free menggunakan central bank money. Kedua, memitigasi risiko non-sovereign digital currency. Ketiga, memperluas efisiensi dan sistem pembayaran termasuk cross border. Keempat, memperluas dan mempercepat inklusi keuangan. Kelima, menyediakan instrumen kebijakan moneter baru. Keenam, memfasilitasi distribusi fiscal subsidy. Beliau juga menambahkan dalam penerbitan uang digital juga membutuhkan tiga pre-requisite yang perlu dipastikan untuk dimiliki suatu negara. Pertama, desain CBDC yang tidak mengganggu stabilitas moneter dan sistem keuangan. Kedua, desain CBDC yang 3i (Integrated, Interconnected, and Interoperable) dengan infrastruktur FMI-Sistem Pembayaran. Ketiga, pentingnya teknologi yang digunakan pada tahap eksperimen untuk memahami bagaimana CBDC dapat diimplementasikan (DLT-Blockchain dan non-DLT).

Fungsi dari rupiah digital tersebut akan sama seperti uang rupiah kertas pada umumnya yang sudah beredar di tengah masyarakat, saat ini pihak Bank Indonesia sedang melakukan tahap desain, fitur keamanan rupiah digital untuk menjadi alat transaksi resmi yang sah di Indonesia.