Aliansi Koin

| EXPANDING BLOCKCHAIN TO NEW HORIZONS

Perluasan DBS di Sektor Kripto dan Metaverse

Bank terbesar di Singapura melanjutkan perluasan klien kripto exchange nya. Bank terbesar di Asia Tenggara, DBS, telah meluncurkan trading aset kripto mandiri melalui aplikasinya. Lebih banyak pelanggan sekarang memenuhi syarat untuk mengakses exchange aset digital bank dan memperdagangkan aset kripto, termasuk Bitcoin dan Ether. Bank akan mengizinkan klien terakreditasi dengan setidaknya $246.000 dalam aset yang dapat diinvestasikan untuk membeli, menjual, dan memperdagangkan aset kripto. Trader kripto harus menginvestasikan setidaknya $500.

 

Piyush Gupta, kepala eksekutif DBS sejak 2009, mengatakan penurunan market kripto membuktikan bahwa lembaga keuangan yang mapan dan teregulasi, harus menawarkan produk seperti perdagangan aset digital untuk investor ritel. Pada bulan Agustus, DBS mengatakan bahwa volume perdagangan di exchange aset digitalnya melonjak. “Investor yang percaya pada prospek jangka panjang aset digital akan lebih condong ke platform terpercaya dan teregulasi untuk mengakses market aset digital,” kata bank tersebut. Bank DBS juga baru-baru ini memasuki dunia metaverse.

 

DBS mengumumkan pada hari Jumat bahwa mereka telah bermitra dengan The Sandbox, dunia virtual dimana pengguna dapat membangun, memiliki, dan memonetisasi pengalaman bermain game mereka di blockchain Ethereum. Tujuan dari kemitraan ini adalah untuk menciptakan DBS Better World, sebuah pengalaman metaverse interaktif yang menunjukkan pentingnya membangun dunia yang lebih baik, lebih berkelanjutan, dan mengundang orang lain untuk ikut serta. DBS akan membeli sebidang tanah 3×3 di metaverse The Sandbox, yang akan dibangun dengan objek realistis termasuk struktur, tumbuhan, dan hewan.

 

Menurut Piyush, bank akan dapat berbagi informasi tentang tantangan lingkungan dan sosial yang signifikan, dan juga menyoroti mitra dan komunitas yang bekerja untuk mengatasinya melalui DBS Better World. “Metaverse menghadirkan peluang menarik untuk mendefinisikan kembali bagaimana kita hidup, bekerja, dan terlibat satu sama lain,” kata Sebastian Paredes, CEO DBS Hong Kong. “Kami telah berkecimpung di ruang ini, dan teknisi muda kami sendiri telah diberi kebebasan untuk mengembangkan konsep eksperimental di metaverse.”

 

Pada bulan Maret lalu, HSBC menjadi bank internasional pertama yang berkolaborasi dengan The Sandbox. Bank dan perusahaan investasi lain yang telah hadir di metaverse diantaranya termasuk Standard Chartered Bank, JPMorgan, dan Fidelity Investment.