Aliansi Koin

| EXPANDING BLOCKCHAIN TO NEW HORIZONS

Memprediksi Masa Depan Blockchain Dalam Metaverse

Metaverse, dunia virtual yang saling berhubungan yang juga dikenal sebagai “internet 3.0,” adalah salah satu perkembangan paling menarik dalam dekade ini. Karena keunikan dan potensinya yang tinggi, tampaknya metaverse siap untuk bertahan ditengah keruntuhan market keuangan global sejak beberapa tahun terakhir.

 

Metaverse adalah lingkungan terdesentralisasi yang didukung oleh visualisasi dan pengalaman 3D di frontend dan sistem tata kelola berbasis blockchain di backend (biasa disebut sebagai Decentralized Autonomous Organization atau DAO). Ini berarti bahwa agar metaverse dapat berfungsi, user harus berinvestasi menggunakan native token dalam platform. Singkatnya, aktivitas investasi sangat diperlukan agar metaverse bisa berfungsi dan berhasil. 

 

Laporan baru dari Kraken Intelligence mengungkapkan bahwa token metaverse adalah salah satu dari dua kategori aset kripto yang mengalami pertumbuhan harga dari tahun ke tahun. Token Metaverse mengungguli setiap kategori kripto lainnya dalam kondisi bearish saat ini, dengan kenaikan hampir 400% dari tahun ke tahun. Dipimpin dengan MANA Decentraland (naik 41%), SAND Sandbox (naik 470%), Axie Infinity’s Axie Infinity Shards (AXS) (naik 511%), dan GMT Stepn (naik 746%).

 

Game berbasis blockchain yang menggunakan Non Fungible Token (NFT) dan platform metaverse sangat populer sepanjang tahun 2022. Token Metaverse dapat digunakan sebagai metode pembayaran, pembelian tanah, dan aset lainnya. Meskipun aset kripto mengalami penurunan di seluruh market, user game-game tersebut tetap konsisten dengan jumlah pengguna di sekitar 1 juta orang per hari. Modal terus mengalir untuk mendanai sektor ini, sekitar $2,5 miliar telah terkumpul untuk mendukung game blockchain dan proyek metaverse pada kuartal pertama tahun 2022. Investor sangat tertarik untuk mendukung pengembangan game, karena 52% dari semua aktivitas blockchain berasal dari game DApps.

 

Sangatlah penting untuk menyadari bahwa investasi dalam Metaverse bukan ditujukan untuk semua orang. Memiliki kumpulan aset yang signifikan di dalam satu perusahaan Metaverse bisa berbahaya. Namun dalam jangka panjang, konsep metaverse tentang semesta virtual tidak mungkin memudar. Dari melakukan bisnis, liburan, tur real estate dan acara virtual hingga pengalaman bermain game yang sangat nyata, metaverse memiliki potensi sebagai replika dari dunia nyata dan memanjakan pengguna dengan fitur-fiturnya.