Aliansi Koin

| EXPANDING BLOCKCHAIN TO NEW HORIZONS

Kejatuhan Perusahaan Kripto Lainnya?

Platform trading Robinhood memotong hampir seperempat stafnya karena inflasi yang tinggi dan market aset kripto yang jatuh. Perusahaan mengatakan iklim ekonomi telah mengurangi aktivitas trading. Langkah ini dilakukan setelah perusahaan melaporkan pendapatan kuartalan sebesar $318 juta, turun 44% dari $565 juta setahun sebelumnya. “Tahun lalu, kami mengatur banyak fungsi operasi kami dengan asumsi bahwa peningkatan yang kami lihat dengan pasar saham dan kripto di era Covid akan bertahan hingga 2022,” kata perusahaan.

 

Robinhood telah memangkas 9% dari tenaga kerjanya pada bulan April lalu, dengan mengatakan pertumbuhan perusahaan telah menyebabkan beberapa tenaga kerja menjalani peran ganda. Pendiri Robinhood Tenev mengatakan pada hari Selasa bahwa pemotongan tersebut masih kurang. Ini bukan satu-satunya perusahaan teknologi yang mengalami kemerosotan, dengan perusahaan seperti Meta, Netflix dan lainnya berjuang untuk mempertahankan pertumbuhan eksplosif di era pandemi. Dalam laporan pendapatan kuartalan baru-baru ini, Tesla juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjual 75% dari kepemilikan bitcoinnya, sementara Google telah menerapkan pembekuan perekrutan. Platform kripto exchange Coinbase dan BlockFi juga telah berjuang ditengah kripto crash dengan memberhentikan ratusan staf nya.

 

Dalam pengumuman hari Selasa, pengawas NYDFS Adrienne Harris juga mengatakan bahwa Robinhood akan membayar denda $30 juta kepada negara bagian untuk kegagalan perannya yang signifikan di bidang tindakan kerahasiaan bank/kewajiban anti pencucian uang serta kegagalan keamanan siber yang diduga melanggar peraturan New York . Menurut pernyataan dari regulator, selain hanya membayar denda, Robinhood juga akan diminta untuk menyewa konsultan independen untuk mengevaluasi kepatuhannya terhadap peraturan negara.

 

Terlepas dari kekurangannya, Robinhood telah mengajukan izin lisensi ke departemen tersebut, dengan mengatakan bahwa mereka telah sepenuhnya menyesuaikan diri dengan peraturan anti pencucian uang dan keamanan siber pada tahun 2019 yang dianggap regulator sebagai pelanggaran hukum. Perusahaan mengatakan dalam upayanya untuk mendisiplinkan diri, mereka akan mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk merestrukturisasi organisasi dengan mengambil tanggung jawab luas dalam menjalankan bisnis individualnya.