Aliansi Koin

| EXPANDING BLOCKCHAIN TO NEW HORIZONS

Kebebasan Bercerita Jadi Khas Web3

Web3 menjadi pundak raksasa dalam perkembangan teknologi yang revolusioner. Selain itu juga menjadi model bisnis yang cocok bahkan dengan dunia storytelling.

Bagaimana pengaruhnya berjalan? Hal ini dikuak melalui podcast Decrypt.

Web3 memberikan arti baru dalam hal kepemilikan intelektual para author. Mereka menyadari perkembangan teknologi paralel dengan nilai-nilai seni. Contohnya, siapa sangka, storytelling

Penulis “Lost Children of Andromeda” Jason Michael Primrose, Amanda Terry dari Metagood dan ACTAI Ventures, Artemysia-X dari Rug Radio program LorePlay, dan Kas Vegas dari NFT INT, Huxley, dan Feature.io semuanya membahas bagaimana karya mereka memanfaatkan NFT untuk mendongeng.

Bagi Artemysia-X, kolaborasi teknologi dengan kesenian ini memiliki misi untuk mendemokratisasi penceritaan dan tidak membungkamnya di dalam entitas perusahaan.

“Budaya adalah sebuah cerita,

Segala sesuatu yang berinteraksi dengan kita didasarkan pada matriks cerita; orang-orang yang bercerita adalah orang-orang yang menciptakan konsep realitas dan diri kita.” – Artemysia-X

Bahkan lebih jauh Primrose menerangkan filosofi Web3 dan kekuatan bercerita yang dimilikinya. Ia mengatakan bahwa ide di balik Web3 adalah ten tang kebebasan. Tetap saja, Primrose mempertanyakan beberapa bebas jira kita mengunci diri kita ke dalam dunia digital.

Primrose mengatakan tujuannya adalah untuk menciptakan tempat di mana orang dapat menjelajah, terhubung dengan orang lain, dan berkembang di dunia virtual.

“Filosofi di balik Web 3 menarik dan sedikit utopis,

Tetapi jika kita terjebak dalam pikiran kita sendiri, tidak masalah kebebasan apa yang dapat diakses di luar diri kita.” – Primrose

2 thoughts on “Kebebasan Bercerita Jadi Khas Web3”

Comments are closed.