Aliansi Koin

| EXPANDING BLOCKCHAIN TO NEW HORIZONS

Keamanan Kripto Sebagai Agunan Rumah

Meskipun dianggap kaya karena koleksi cryptocurrency mereka yang sangat banyak, investor kripto tidak diizinkan untuk mengajukan pinjaman perumahan dari bank. Kini, mereka memiliki opsi untuk menyetorkan Bitcoin sebagai deposit pinjaman. Michael Tozoni, CEO Honeybell Capital Inc. dan investor selama lebih dari satu dekade, telah menjalani proses tersebut dan berbagi pengalamannya dengan Magazine, publikasi di bawah Cointelegraph.

Tozoni tertarik dengan ide menggunakan Bitcoin sebagai deposit untuk investasi propertinya karena itu memungkinkannya untuk membeli properti tanpa menyerahkan Bitcoinnya secara langsung. Ia membuat rencana di mana ia menyewakan properti tersebut dan menggunakan hasilnya untuk melunasi rumah yang ia mau beli. Namun satu hal yang perlu diperhatikan yaitu rencana ini merupakan proses yang sangat berisiko oleh karena volatilitas Bitcoin.  

Proses pengajuan Bitcoin sebagai pinjaman properti

Alih-alih menjual Bitcoin Anda dan menggunakan uang itu untuk membeli rumah, Anda dapat mengajukannya sebagai deposit kepada pemberi pinjaman. Setelah lunas, Anda bisa mendapatkan kembali Bitcoin Anda. Namun, jika harga pasar tiba-tiba turun drastis, mereka berhak untuk melikuidasi Bitcoin Anda.

Namun proses ini mengharuskan Anda memantau nilai Bitcoin dengan sangat cermat. Sebab perubahan harga sangat fluktuatif dan Bitcoin Anda akan dilikuidasi jika nilainya turun terlalu banyak. Tozoni mengatakan ia terus memantau harga Bitcoin dari waktu sarapan hingga makan malam. Ia berkata, “Awalnya berjalan lancar,” karena properti pertama “menghasilkan sekitar $1.000, tetapi kemudian menurun drastis” saat pandemi COVID-19 dimulai.

Jika harga Bitcoin tiba-tiba turun, Anda akan menerima telepon yang meminta Anda untuk menambah agunan untuk mencegah likuidasi Bitcoin. Berhati-hatilah karena jika Anda melewatkan panggilan tersebut, Anda mungkin tidak memiliki cukup dana untuk menutup pinjaman  sebelum terjadinya likuidasi.

Berbeda dengan bank yang hanya membutuhkan uang muka 10–20%, sebagian besar deposit yang didukung kripto mulai di 100% dari jumlah pinjaman. Bahkan untuk beberapa kasus, deposit bisa mulai dari 200%. Untuk Tozoni, ia memilih rasio jaminan 200%, yang otomatis memberi wewenang kepada pemberi pinjaman untuk segera mencairkan jaminan jika nilainya jatuh di bawah “115%–120%”.

Risiko menggunakan Bitcoin sebagai pinjaman properti

Dalam kasus Tozoni, ia menderita 2 risiko akibat penurunan harga Bitcoin di awal pandemi Covid-19. Karena ia memilih strategi jaminan 200%, ia harus menyetor Bitcoin dua kali lipat dari nilai yang setara uang fiat tradisional. Namun, ia berkata, “Bitcoin terus menurun dan saya terus mendapatkan telepon darurat. Jadi bulan-bulan itu sangat menegangkan karena saya harus menambahkan lebih banyak Bitcoin agar saya tidak kehilangan Bitcoin saya yang lain.”

Adam Reeds, CEO Ledn, menyatakan, “Jika harga Bitcoin turun lebih dari 50% setelah mengambil jaminan, pelanggan harus menambah agunan Bitcoin untuk mempertahankan jaminan di status aman.” Ia lanjut mengatakan bahwa “Penerbitan standar agunan Bitcoin bersifat terprogram, dan margin call harus dipenuhi sebelum batas likuidasi tercapai.” Jadi tidak hanya penting bahwa Anda memiliki cukup uang untuk menutupi jaminan, Anda juga memiliki waktu yang sangat terbatas untuk itu.

Pada tanggal 12 Maret, karena tidak ada masa tenggang untuk pinjaman kripto, semua jaminan sub-margin dilikuidasi ketika harga Bitcoin turun dari $8.000 menjadi $3.600 dalam hitungan menit, termasuk Tozoni. Tidak heran ia sangat kesal dengan pemberi pinjaman karena ia percaya jika mereka sedikit lebih sabar dan “menunggu tiga hari lagi” untuk harga naik, ia akan tetap memiliki Bitcoinnya.

Keunggulan menggunakan Bitcoin sebagai pinjaman properti

Di sisi lain, beberapa orang mengklaim bahwa mereka memiliki pengalaman yang baik dengan pinjaman yang didukung Bitcoin. Seorang klien Ledn bernama Max (nama samaran) mengatakan kepada Magazine bahwa ia senang dengan pinjaman kripto yang diatur melalui perusahaan untuk berinvestasi di “properti yang sangat unik”.

Max memilih opsi Ledn karena bank lama menolak menerima aset digital sebagai jaminan. Berkat kredit kripto, ia dapat menyimpan Bitcoinnya dengan harapan adanya kenaikan harga di masa depan. Ia juga dapat menghindari pajak capital gain (keuntungan modal) yang harus dibayar jika ia menjual Bitcoin untuk membeli rumah dengan keuntungan tersebut.

Namun, Max memperingatkan bagi siapa pun yang mempertimbangkan opsi pinjaman ini untuk berhati-hati dan “menghitung risikonya dengan benar”, karena penurunan harga dapat menyebabkan margin call yang ditakuti, meskipun ia belum mengalaminya sendiri. Secara keseluruhan, Max melihat masa depan yang cerah untuk pinjaman dengan jaminan kripto dan ia percaya pemilik Bitcoin dapat menghasilkan banyak uang dengan cara ini.