Aliansi Koin

| EXPANDING BLOCKCHAIN TO NEW HORIZONS

Hubungan Tak Menentu JP Morgan Dengan Sektor Aset Digital

JP Morgan, perusahaan jasa keuangan terkemuka, mengungkapkan bahwa kliennya telah secara drastis menurunkan minat mereka untuk menggunakan aset kripto sebagai metode pembayaran dalam beberapa bulan terakhir. Kripto winter yang sedang berlangsung tampaknya telah mempengaruhi minat banyak orang. Peristiwa negatif seperti konflik militer di Ukraina, tingkat inflasi di AS, dan krisis energi di Uni Eropa mungkin telah menghilangkan minat terhadap aset kripto. Walaupun demikian, JP Morgan meyakinkan bahwa mereka akan tetap menyediakan layanan aset kripto kepada klien.

 

Karena market aset kripto cenderung mencerminkan sektor keuangan yang lebih luas, kepanikan di satu area dapat dengan mudah menyebar ke area lain. Kepala global JP Morgan memperkirakan bahwa industri aset kripto akan semakin cepat berkembang. Dia menekankan kinerja sektor keuangan secara keseluruhan dan mengatakan market keuangan telah mencapai titik terendah dan akan menuju proses pemulihan yang cepat. Dia mengharapkan Federal Reserve akan mulai menurunkan suku bunga pada awal 2023. Namun, ini mungkin sulit dipercaya bagi investor biasa karena market aset kripto masih sangat dipengaruhi oleh laporan inflasi terbaru.

 

Sebagai oposisi, David Kelly, kepala strategi global di JP Morgan Asset Management, mengklaim bahwa investor harus segera membuang aset kripto. Dia yakin bahwa langkah terus-menerus oleh Federal Reserve akan menghasilkan lebih banyak penurunan bagi aset digital. CEO JP Morgan Jamie Dimon juga menyebut dirinya sebagai seorang skeptis pada token kripto seperti Bitcoin, hingga melabelinya sebagai skema Ponzi terdesentralisasi. Walaupun begitu, Jamie menekankan bahwa dia tetap melihat nilai plus dalam blockchain, Decentralized Finance (DeFi), ledger, smart contract, dan dia juga percaya bahwa tidak ada yang salah dengan stablecoin yang diatur dengan benar dan bahwa peraturan tersebut harus serupa dengan apa yang dikenakan dalam money market fund.

 

Jamie pernah menggambarkan Bitcoin sebagai sebuah penipuan dan mengatakan di masa lalu bahwa dia tidak tertarik mendukung sektor ini pada tingkat pribadi. Dia telah melunakkan pendiriannya tentang kripto dalam beberapa kesempatan, setelah menyoroti bahwa kripto dapat menjadi jalan keluar dalam beberapa kasus penggunaan penting seperti pembayaran cross border. Namun, terlepas dari pandangannya, JP Morgan tetap bergerak ke dalam ruang teknologi blockchain, dengan meluncurkan stablecoin sendiri JPM Coin pada Oktober 2020, meluncurkan divisi bisnis baru yang didedikasikan untuk teknologi blockchain yang disebut Onyx, dan membuka ruang virtualnya di Decentraland pada bulan Februari. Mereka juga telah merekrut staf baru untuk terus berkembang dalam ruang blockchain dan kripto, salah satunya adalah mantan eksekutif Microsoft Tahreem Kamptom yang diharapkan dapat membantu JP Morgan mengeksplorasi teknologi blockchain.