Aliansi Koin

| EXPANDING BLOCKCHAIN TO NEW HORIZONS

Gambaran Psikologis Investor Kripto Saat Ini

Ketika market crypto hancur tahun ini, kebanyakan investor baru merupakan yang pertama menjual aset kriptonya. “Prinsipnya adalah tidak perlu khawatir, investor jangka panjang akan tetap berpegang teguh,” kata Noelle Acheson, pimpinan market insight di Genesis Global Trading dalam sebuah wawancara. “Tapi sekarang, kami sudah mulai melihat investor lama juga menjual aset kriptonya. Menurut data on-chain, beberapa dari mereka tampaknya melakukan panic selling.”

 

Ketika Bitcoin jatuh di bawah $20.000 minggu lalu untuk pertama kalinya sejak akhir 2020, perhatian telah beralih ke banyaknya likuidasi aset kripto yang mengancam dapat memperburuk keadaan. Dengan data dari Coinglass mencatat total likuidasi senilai $879 juta selama akhir pekan. Pola trading saat ini di Bitcoin dan Ether menunjukkan beberapa pemegang kripto besar mengejar likuidasi untuk mendapatkan keuntungan dengan memaksa pemain lain keluar.

 

Meskipun bitcoin tetap berada di nilai yang cukup positif selama 24 jam terakhir, mereka baru saja melewati harga yang lebih rendah di awal akhir pekan. Penurunan ini juga mempengaruhi proses Bitcoin mining. Analis on-chain Bitcoin Will Clemente dari penyedia peralatan mining Blockware Solutions mengomentari hal tersebut dan mengatakan bahwa kombinasi harga BTC yang lebih rendah, tingkat kesulitan yang lebih tinggi, dan biaya energi yang lebih tinggi telah memberikan tekanan pada margin penambang.

 

Aset digital telah terjual sepanjang tahun karena bank sentral global telah menaikkan suku bunga untuk memadamkan inflasi yang melonjak. Rintangan terbaru untuk aset kripto telah muncul dari Celcius dan Babel Finance, penyedia pinjaman profil tinggi yang telah membekukan penarikan aset kripto untuk menghentikan laju likuidasi. Sekarang mereka dipaksa untuk mengambil langkah-langkah yang belum pernah diambil sebelumnya untuk melindungi diri dari reaksi berantai akibat likuidasi. Platform pinjaman kripto Celsius Network Ltd. mengatakan pada hari Senin kemarin bahwa mereka membutuhkan lebih banyak waktu untuk menstabilkan likuiditas dan operasinya setelah membekukan simpanan pada awal Juni.

 

Lonjakan ini menunjukkan sentimen investor yang masih sangat rapuh karena Federal Reserve dan bank sentral lainnya terpaksa bertindak melawan inflasi dengan menaikkan suku bunga untuk menguras likuiditas dari market. Karena Bitcoin (BTC) dan market kripto masih mencoba untuk pulih setelah melonjak turun akhir pekan lalu, analis sedang berbondong bondong menggali data, mencoba mengidentifikasi apa yang sebenarnya sedang terjadi di market kripto.