Aliansi Koin

| EXPANDING BLOCKCHAIN TO NEW HORIZONS

Dating App dan Metaverse

Saham Match Group Inc. terpukul pada hari Selasa setelah kepala eksekutif baru perusahaan online dating tersebut merinci perlambatan development untuk produk paling populernya Tinder, dan memutuskan untuk menghentikan pengembangan barunya seperti kripto berbasis Tinder dan kencan dalam metaverse. CEO Match Group mengatakan pengalaman kencan metaverse penting untuk menarik generasi pengguna berikutnya. Pada saat yang sama, Kim mengatakan bahwa Match Group akan terus mengevaluasi ruang ini dengan hati-hati dan akan mempertimbangkan untuk bergerak maju pada waktu yang tepat.

 

Match Group telah berkembang dengan mantap selama bertahun-tahun berkat pertumbuhan pengguna yang membayar untuk menggunakan Tinder premium. Kim mengatakan bahwa CEO Tinder Renate Nyborg akan meninggalkan perusahaan, dan dia akan menggantikan posisinya dengan bergabung dalam tim Tinder di kantor utamanya di L.A. untuk mengawasi kemajuan bisnis hingga pencarian kandidat baru selesai. Salah satu langkah pertamanya adalah pengenalan hadiah aset kripto di platform dating app tersebut. “Setelah melihat hasil yang beragam dari pengujian Tinder Coins, kami memutuskan untuk mengambil langkah mundur dan memeriksa kembali inisiatif itu sehingga dapat berkontribusi lebih efektif terhadap pendapatan Tinder,” kata Kim dalam sebuah surat.

 

“Kami juga bermaksud untuk lebih memikirkan barang-barang virtual untuk memastikan bahwa mereka dapat menjadi pendorong nyata untuk langkah pertumbuhan Tinder berikutnya dan membantu membuka kunci untuk para pengguna baru didalam platform,” katanya. Dua nama terbesar di bidang dating app telah memutuskan bahwa metaverse bisa menjadi pasangan yang cocok untuk model bisnis mereka. Pendiri dan CEO Bumble, Whitney Wolfe Herd, memberi tahu para pemegang saham pada pertemuan pendapatan kuartalan mulai berbicara tentang pengembangan aplikasi ke metaverse dan Web 3.0. Dia menjelaskan bahwa platform pencarian teman Bumble BFF sedang menuju perombakan futuristik.

 

Pengumuman Bumble datang hanya beberapa hari setelah Tinder mengumumkan rencananya sendiri untuk membuat ruang metaverse yang berfokus pada kencan yang penuh dengan avatar, fitur augmented dan virtual reality, dan lebih banyak lagi untuk ditampilkan di aplikasi Tinder. Tapi bukan hanya perusahaan dating app besar yang memiliki pendapat tentang metaverse. Business Insider mengutip Morgan Stanley yang menyatakan dalam sebuah wawancara bahwa metaverse berada di jalur pengenbangan untuk mengubah media tempat kita bersosialisasi dengan orang lain. Banyak perusahaan yang sekarang sedang membangun versi metaverse mereka sendiri untuk berkembang pesat