Aliansi Koin

| EXPANDING BLOCKCHAIN TO NEW HORIZONS

Apa itu Scalping?

Meskipun aset kripto dikenal karena volatilitas nya, mereka memberi trader berbagai peluang untuk mengantongi dan menginvestasikan kembali keuntungannya. Dalam kripto trading, ada banyak strategi berbeda yang tersedia. Salah satu yang paling populer adalah scalping, scalping atau scalping trading adalah strategi dimana seorang trader memanfaatkan perbedaan harga yang kecil untuk mendapatkan keuntungan. Trader yang menggunakan strategi trading ini tidak menargetkan profit yang besar sekaligus, mereka lebih memilih profit dari pergerakan harga yang kecil secara berulang-ulang.

 

Strategi scalping membutuhkan pengetahuan market meskipun merupakan strategi trading jangka pendek. Charting, kecepatan, dan konsistensi adalah elemen penting yang memungkinkan scalping. Alasan di balik strategi ini adalah bahwa keuntungan kecil akan semakin lama bertambah menjadi jumlah yang besar dari waktu ke waktu. Mereka yang melakukan scalp trading juga percaya bahwa gerakan kecil lebih mudah didapat dari market dan bahwa lebih sedikit eksposur ke market akan mengurangi kemungkinan kerugian yang besar.

 

Scalper tidak bertahan dalam trading untuk waktu yang lama. Aktivitas trading tipikal dapat berlangsung dari beberapa detik hingga 15 menit. Namun, mereka membuka banyak posisi dalam sehari dan mencari keuntungan darinya. Scalper umumnya beroperasi dengan membuat spread, atau membeli pada harga bid dan menjual pada harga permintaan. Selain itu, trader yang menggunakan teknik scalp trading harus merespons dengan cepat untuk memanfaatkan volatilitas jangka pendek. Beberapa scalper menggunakan leverage di mana trader berkontribusi dari kantong pribadi untuk meningkatkan margin mereka, mereka menggunakan metode ini untuk meningkatkan posisi mereka.

 

Trader baru dan berpengalaman sama-sama menggunakan sinyal scalping kripto untuk meningkatkan trading mereka ke level berikutnya. Menggunakan kombinasi analisis teknis dan fundamental, penyedia sinyal mengidentifikasi peluang secara manual atau algoritmik untuk memanfaatkan volatilitas ekstrem market kripto. Mereka kemudian mengeluarkan rekomendasi trading, biasanya didistribusikan melalui aplikasi seperti Telegram, Whatsapp, dan Discord. Sinyal-sinyal ini biasanya mencakup informasi penting yang diperlukan untuk melakukan trading, seperti instrumen, harga masuk, dan kapan harus keluar.

 

Semua strategi trading memiliki pro dan kontra, dan scalping tidak terkecuali. Scalping beresiko untuk trader pemula, yg kurang berpengalaman dalam hal trading pada market tersebut. Setiap market memiliki keunikannya tersendiri, seperti volume, kecenderungan untuk bergerak panjang pada jam tertentu atau hari tertentu, dan panjang gerakan. Tetapi diluar kekurangan tersebut, rata – rata strategi scalping mudah untuk diotomatiskan, sehingga menghilangkan tekanan fisik dan mental. Karena ukuran dan posisi trading sangatlah pendek, mereka dapat dianggap sebagai cara trading beresiko rendah, trader yang ahli dalam scalping berpotensi dapat memanfaatkan perubahan harga market kripto dengan lebih baik. Scalper tidak perlu repot dengan pergerakan market jangka panjang. Mereka lebih peduli tentang apa yang sedang terjadi dan apa yang akan terjadi dalam beberapa menit kedepan dibanding apa yang akan terjadi dalam beberapa jam atau hari.

 

1 thought on “Apa itu Scalping?”

Comments are closed.