Aliansi Koin

| EXPANDING BLOCKCHAIN TO NEW HORIZONS

Ada Apa Dengan Bitcoin?

Market kripto menunjukkan pola yang lamban minggu lalu karena investor khawatir tentang kenaikan suku bunga dan sentimen negatif tentang keadaan ekonomi. Bitcoin juga sedang menderita, setelah sempat mencapai $20.000 pada hari Selasa lalu sebagai level tertinggi dalam beberapa minggu, tetapi masih berjuang untuk keluar dari kisaran nilai tradingnya. Menurut data CoinGecko, Bitcoin diperdagangkan pada $19.014, turun 0,2% hari ini. Naik turunnya Bitcoin kemungkinan dapat dijelaskan oleh aksi jual saham baru-baru ini.

 

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Bitcoin, rata-rata pergerakan 20 minggu aset kripto tersebut turun di bawah rata-rata pergerakan 200 minggu. Ini menunjukkan death cross, yang terjadi ketika rata-rata pergerakan yang lebih lambat melintas di atas rata-rata pergerakan yang lebih cepat, biasanya menunjukkan market bearish.

 

2022 telah menjadi salah satu tahun terburuk dalam sejarah market saham AS, menyusul komitmen Federal Reserve untuk secara agresif menaikkan suku bunga untuk mengekang inflasi. S&P 500 turun 24,3%, Nasdaq 32,88%, dan Dow Jones 20,79% sejak mencapai titik tertinggi sepanjang masa pada Januari lalu. Penurunan nilai aset kripto kemungkinan dipengaruhi oleh S&P 500 karena Bitcoin dan aset kripto lainnya telah berkorelasi erat dengan market saham sepanjang tahun ini. Bitcoin dan aset lainnya dulu dilihat sebagai sesuatu yang terpisah dari kelas aset lainnya, dan karena itu dianggap sebagai aset yang baik untuk membantu hedging terhadap inflasi.

 

Reaksi market kripto terhadap pergerakan Bitcoin telah diredam oleh Ethereum sejauh ini. ETH menunjukkan ketahanan marginal setelah tertinggal di belakang Bitcoin sejak jaringan menyelesaikan Merge Proof of Stake pada 15 September, peningkatan yang sangat dinanti tersebut ternyata menjadi acara jual berita, dimana harga ETH turun setelah Merge selesai. ETH/BTC telah turun ke 0,069 setelah mencapai level tertinggi 2022 tepat sebelum Merge.

 

Sementara itu, investor juga mengamati dolar AS dengan cermat. Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap mata uang, naik lebih dari 18% tahun ini. Bitcoin bergerak terbalik terhadap dolar, jadi greenback yang kuat merupakan hal negatif untuk Bitcoin. Tetapi indeks dolar dapat mendekati puncaknya yang akan menandai potensi titik terendah untuk Bitcoin. Tidak pasti apakah pola ini akan bertahan dan Bitcoin akan berkonsolidasi di sekitar levelnya saat ini. Market kripto masih berada dalam keadaan yang tidak terduga. Bulan-bulan mendatang akan menjadi waktu yang penting bagi Bitcoin untuk menguji level saat ini dan membuktikan apakah ia dapat keluar dari kisaran nilainya belakangan ini.