Aliansi Koin

| EXPANDING BLOCKCHAIN TO NEW HORIZONS

TRINVI: Inovasi Transvision dalam Blockchain & Web3

Transvision berinovasi dalam teknologi berbasis blockchain dan web3 dengan memperkenalkan TRINVI.

TRINVI merupakan sebuah inisiatif serta kontribusi Transvision atas perkembangan industri penyiaran untuk masuk ekonomi digital lewat web3. / ALIANSI KOIN

Tangkapan layar dari laman TRINVI

Perusahaan Trans Media yang bergerak di bidang layanan televisi berlangganan yang dikenal dengan Transvision. Mereka meluncurkan platform berbasis blockchain dan web3 yaitu TRINVI.

TRINVI merupakan sebuah inisiatif serta kontribusi Transvision terhadap perkembangan industri penyiaran yang melibatkan para pihak untuk masuk dalam era ekonomi digital dengan mengaplikasikan teknologi web3.

Direktur Utama Transvision, Peter F. Gotha menerangkan peluncuran platform ini menjadi terobosan baru untuk masuk ke dalam ekosistem digital ekonomi dengan fundamental yang jelas.

Selain itu, platform ini juga bertujuan memberikan kesempatan bagi masyarakat Indonesia dan global berpartisipasi dalam perkembangan industri penyiaran Indonesia.

Nantinya, platform ini akan menerbitkan koleksi NFT bernama NFT +62 Sails yang menampilkan mini-series Sang Soerya terbaru dari Transvision. Sang Soerya Musim 1 ditargetkan akan mulai dirilis pada akhir Desember 2022.

Tidak hanya itu, hasil penjualan NFT +62 Sails ini akan digunakan untuk pendanaan mini-series Sang Soerya. Dilansir dari Berita Satu, Sang Soerya terinspirasi dari kisah sukses pengusaha Indonesia dalam membangun kerajaan bisnis dengan diversifikasi bidang usaha terbanyak.

Diawali dengan asal-usul cerita perjalanan migrasi leluhur tokoh utama dari tanah Tiongkok hingga ke Indonesia, proses adaptasi setiba di Indonesia, hingga perjalanan hidup tokoh utama mendaki tangga kesuksesan dengan segala tantangannya.

TRINVI dan Kontribusi lainnya

Transvision tidak akan hanya merilis NFT melalui TRINVI. Direktur Pengembangan Bisnis Transvision, Fachrul P. Kaliman berujar terdapat fase kedua yang akan dikembangkan oleh mereka. Di fase ini mereka akan mengembangkan sistem pembayaran FIAT, credit card, dan e-wallet.

“Fase ketiga akan masuk dalam tahap kolaborasi di luar ekosistem Transvision serta pemanfaatan token dalam TRINVI. Pada fase keempat, TRINVI akan merilis launchpad yang menjadi jembatan untuk para creator dan komunitas bergabung dan memanfaatkan platform ini,”

Fachrul P. Kaliman, Direktur Pengembangan Bisnis Transvision

Selanjutnya, fase kelima inilah yang nantinya akan mempersiapkan TRINVI dalam mendukung upaya ekspansi bisnis dengan mengadopsi teknologi blockchain dan web3 untuk masuk dalam era baru digital ekonomi.

Transvision menargetkan TRINVI untuk menjadi lebih dari sebatas platform bisnis mereka. Platform ini diharapkan dapat mewujudkan ruang bertemu untuk para pihak industri. Mereka antara lain seperti kreator, kru, komunitas, investor, hingga aktor/aktris untuk memanfaatkan ekonomi digital.


Penulis: Fika Putri
Digubah dari beberapa sumber seperti Berita Satu dan CNN Indonesia