Aliansi Koin

| EXPANDING BLOCKCHAIN TO NEW HORIZONS

Tanpa Alameda, Ren 2.0 Sepenuhnya Milik Komunitas

Proyek Ren 2.0 akan melangkah tanpa Alameda Research lagi dengan bantuan komunitas yang open-source.

Proyek Ren 2.0 akan melangkah maju tanpa Alameda Research dengan bantuan komunitas open-source dan benar-benar terdesentralisasi. / ALIANSI KOIN

Tanpa Alameda, Ren 2.0 Sepenuhnya Milik Komunitas

Proyek blockchain Ren Bridge mengumumkan rencana mereka untuk melangkah maju dari Alameda Research. Dengan begitu, Ren 2.0 akan dikembangkan sepenuhnya oleh komunitas sumber terbuka.

Keruntuhan FTX berbuntut panjang mengingat Sam Bankman-Fried (SBF) juga memimpin perusahaan trading kuantitatif pertamanya yaitu Alameda Research sejak 2017 silam.

Kemitraan antara Ren Bridge dan Alameda Research yang dimulai sejak awal tahun ini memuat tujuan untuk mengadakan pendanaan atas pengembangan dalam jangka panjang. Namun dengan keadaan yang tidak memungkinkan, Ren hanya memiliki dana untuk dikelola hingga akhir Q4.

Karena kapasitas yang terbatas itu, tim Ren telah memutuskan untuk mengembangkan versi open-source dan dijalankan oleh komunitas yang dijuluki Ren 2.0.

Kesiapan Ren 2.0 Tanpa Alameda

Tim Ren mengklaim mereka memang menginisiasi untuk meluncurkan versi open-source yang dijalankan komunitas. Tujuannya untuk meluncurkan versi terbaiknya yaitu Ren 2.0.

Ren 2.0 akan sepenuhnya terdesentralisasi dan open-source. Hal ini memungkinkan siapa saja dapat menjadi validator dan mengamankan jaringan, cukup dengan memiliki 100.000 token REN.

Versi tersebut merupakan arsitektur baru berbasis Geth dengan implementasi Flexible Round-Optimized Schnorr Threshold (FROST), sebuah protokol komputasi (MPC) Ren. Geth merupakan implementasi bahasa pemrograman (golang) dari blockchain Ethereum dalam bentuk perangkat lunak klien yang berdiri sendiri.

Keduanya memungkinkan penerapan aplikasi berbasis Ethereum Virtual Machine (EVM) yang menjadi mesin virtual Ethereum penghubung status, transaksi, dan kontrak pintar. Peralihan ke FROST sebagai protokol komputasi (MPC) menjadikannya platform lintas rantai yang benar-benar terdesentralisasi yang ada di dunia Web3.

Testnet Ren 2.0 akan segera dilakukan sesegera mungkin. Masih terdapat agenda tambahan untuk menguji, memperkuat, mengaudit arsitektur baru, menyelesaikan node baru klien antarmuka dan alat pengembang umum lainnya.

Sementara itu, agenda-agenda tersebut belum akan sepenuhnya siap pada akhir Q4. Dengan demikian, tim Ren masih memerlukan dana tambahan untuk ke tahap Ren 2.0 sebagai jaringan lintas rantai. Nantinya struktur insentif akan berjalan secara independen.


Penulis: Fika Putri
Dilansir dari beberapa sumber seperti Blog Medium RenCrypto Slate, & Crypto Times