Aliansi Koin

| EXPANDING BLOCKCHAIN TO NEW HORIZONS

Startup Blockchain Raih Pendanaan Rp 890 M

Startup Blockchain EKTA

Ekta, perusahaan startup blockchain berlokasi di Bali baru saja raih pendanaan dengan nilai yang cukup besar. Mereka mendapatkan 60 juta USD atau senilai 890 miliar rupiah dikucurkan dari Global Emerging Markets. Perusahaan ini merupakan satu-satunya startup blockchain yang raih pendanaan sepanjang Juni 2022.

Ekta, perusahaan startup blockchain Indonesia

Ekta merupakan salah satu protokol blockchain yang menjembatani dunia nyata dengan dunia digital. Secara operasional, Ekta bertujuan untuk menawarkan platform kepada pengguna untuk membangun portofolio aset dunia nyata yang menguntungkan dan kuat. Namun, transaksi tersebut dilakukan di jaringan blockchain. Misinya adalah untuk menandai bisnis tradisional, sumber daya alam, dan modal dunia nyata. Disamping itu juga memberikan peluang bagi pengguna atau individu untuk mengembangkan aset mereka.

Ekta mengklaim tengah merancang teknologi untuk mengaplikasikan blockchain ke dalam perekonomian riil, termasuk melalui konversi aset riil seperti tanah atau kapal ke dalam NFT yang bisa juga digunakan untuk mewakili hak penggunaan atau perjanjian sewa jangka panjang dari aset fisik di dunia nyata. Upaya tersebut berhasil menarik minat Global Emerging Markets sebagai investor yang mendanai pengembangan proyek tersebut.

Startup di Indonesia yang raih pendanaan sepanjang Juni 2022

Sepanjang satu pekan terakhir, beberapa pendanaan memang telah dikucurkan ke beberapa startup yang bergerak dibidang industri yang berbeda. Meski begitu, bursa kripto Pintu masih merupakan startup dengan nilai pendanaan terbesar sepanjang Juni 2022. Pintu mendapatkan 113 juta USD atau senilai 1,64 triliun rupiah lewat penerbitan saham Seri B.

Pencapaian tersebut juga disusul oleh startup dibidang social commerce seperti Super, meraih pendanaan 70 juta USD atau senilai 1 triliun rupiah. Kemudian Flip yang merupakan startup dibidang transfer dana meraih pendanaan 55 juta USD atau senilai 800 miliar rupiah.

Ternyata, startup dibidang kuliner juga tidak mau kalah. Tercatat 4 startup bidang F&B mendominasi berita pendanaan di bulan Juni ini. HAUS dan Dailybox juga mengumumkan pendanaan yang diraihnya dalam satu pekan terakhir. Sebelumnya ada Mangkokku dan Ismaya yang masing-masing meraih pendanaan di pekan awal Juni 2022.

Hal ini dapat disimpulkan bahwa potensi digital Indonesia tampaknya masih terlalu menarik untuk dilewatkan para investor di tengah pembatasan aliran modal di pasar finansial.

Penulis: Yossiandre
Dikutip dari beberapa sumber:
CNBC, Ekta