Aliansi Koin

| EXPANDING BLOCKCHAIN TO NEW HORIZONS

SEC Buat Undang-Undang Baru Mata Uang Kripto

Pemerintahan Legislatif Securities and Exchange Commission (SEC) membuat Rancangan Undang-undang yang baru untuk mengatur kategori alur investasi di Amerika Serikat. Pemerintah telah banyak turun tangan terhadap permasalahan mata uang kripto di Amerika Serikat.

SEC Undang-undang
SEC Buat Undang-Undang Baru Mata Uang Kripto

Masalah untuk mengkategorikan jenis token kripto telah berangsur bertahun-tahun dan saat ini akhirnya SEC menemukan solusinya. Langkah ini sudah pasti sah secara hukum, tetapi tidak menjamin keberhasilannya terhadap token kripto di Amerika Serikat.

RUU mengenai kripto ini telah diumumkan oleh pihak SEC pada hari Rabu (3/8) dengan nama Undang-undang Perlindungan Konsumen Komunitas Digital. Undang-undang ini menunjukkan bahwa Commodity Futures Trading Commission(CFTC) atau dapat kita sebut dengan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi harus mengontrol mata uang kripto sesuai Undang-undang sebagai komoditas. Khususnya pada Bitcoin dan Ether.

Padahal, banyak pengusaha mata uang kripto yang mendaftarkan perusahaannya kepada CFTC agar tidak diatur oleh SEC yang memiliki peraturan ketat terhadap mata uang kripto.

Dalam Hal ini, CFTC sendiri melakukan perdebatan sengit dengan SEC mengenai kategori aset kripto yang disebut sebagai komoditi. Pihak CFTC mempertanyakan siapa yang berhak mengkategorikan token tersebut dan apa dasarnya.

Grant Fondo yang merupakan Mantan Jaksa Federal dan saat ini bermitra dengan Goodwin Procter mengatakan bahwa SEC tidak menaruh perhatian penuh terhadap pengkategorian tersebut. Para agensi pembentukan tiap mata uang kripto tentu saja selalu mencoba untuk mendapatkan legalitas yurisdiksi. Efek dari undang-undang tersebut dapat menimbulkan kesibukan tak berarti di SEC. Para pengusaha kripto akan meluncurkan permintaan panggilan informal kepada SEC agar mendapatkan kejelasan kategori mata uang yang mereka usahakan.

Dampak Undang-Undang Baru dari SEC

Mengingat banyaknya mata uang kripto saat ini, RUU tersebut sangat tidak praktis bagi pemerintah untuk menetapkan kategori bagi masing-masing mata uang kripto. Apalagi, pengkategorian tersebut diserahkan kepada SEC ataupun CFTC.

RUU yang diluncurkan SEC tersebut masih akan mengontrol beberapa manajemen mata uang kripto yang lainnya. Hal ini dilakukan SEC sendiri karena lembaganya masih lebih besar daripada CFTC. Namun, RUU tersebut tidak merincikan secara persis seperti apa pengkategorian mata uang kripto tersebut. Bahkan, RUU tersebut tidak menjelaskan siapa yang bertanggung jawab dalam mengkategorikan jenis mata uang kripto.

Bahkan saat ini, para pengusaha kripto di Amerika Serikat sudah mengambil beberapa langkah secara tidak langsung yang menyiratkan bahwa perusahaannya patuh terhadap RUU yang baru saja diperkenalkan ini. Padahal, kategori mata uang kripto saja belum juga jelas.

Jika RUU tersebut tidak diubah, apalagi jika diluncurkan secara sah, benturan antara SEC dan CFTC mengenai kategori yang tepat dari ribuan aset digital selain Bitcoin dan Ether tentu saja akan berlangsung terus menerus.

Penulis: Dhika Ulvi
Dilansir dari beberapa sumber: Blockworks dan Kitco