Aliansi Koin

| EXPANDING BLOCKCHAIN TO NEW HORIZONS

Rupiah Digital di Indonesia! Proyek Garuda Mengudara.

Indonesia akhirnya kini memperlihatkan keseriusannya dalam pembuatan mata uang digital negara. Pada hari Rabu (30/11), Bank Indonesia telah menerbitkan rencana pembuatan Rupiah digital dalam bentuk whitepaper

Rupiah Digital di Indonesia
Rupiah Digital di Indonesia! Proyek Garuda Mengudara.

Rupiah digital nantinya akan menggunakan teknologi blockchain, sehingga mampu mengatasi ledakan transaksi digital yang tengah terjadi di dunia beberapa tahun belakangan ini.

Uang digital di dunia dikenal dengan istilah Central Bank Digital Currencies atau CBDC. Beberapa negara di seluruh dunia juga sudah mengembangkan CBDC untuk negaranya. Contohnya seperti China, Ukraina, India, Jepang, dan masih banyak lagi.

Uang digital biasanya diterbitkan dari bank sentral dalam bentuk token retail yang dapat digunakan langsung oleh masyarakat untuk bertransaksi seperti halnya uang fiat yang biasanya. Selain token retail, ada juga token grosir yang dapat digunakan oleh bank lain untuk sistem keuangan.

Karena CBDC ada dalam naungan bank sentral, dalam hal ini Bank Indonesia akan menjadi satu-satunya regulator dalam penerbitan jumlahnya. Manajemen risiko, inflasi dan deflasi, semua hal yang berkaitan dengan Rupiah digital akan diatur sepenuhnya oleh Bank Indonesia. 

“Rupiah digital akan diterapkan secara bertahap mulai dari CBDC wholesales untuk penerbitan, eliminasi, dan transfer antar bank,”

Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia.

Whitepaper Rupiah Digital di Indonesia

Dalam whitepaper penerbitan CBDC di Indonesia, proyek ini diberi nama Proyek Garuda, dengan tagline “Menavigasi Arsitektur Digital Rupiah”. Tahap pembuatan Rupiah digital juga dijelaskan dalam whitepaper tersebut dalam sebuah roadmap yang terbagi atas 3 fase, yaitu Immediate State, Intermediate, dan End State. 

Rupiah Digital
Roadmap Rupiah Digital dalam whitepaper

Bank Indonesia menjelaskan bahwa whitepaper tersebut berisi tentang konfigurasi desain Rupiah digital yang terintegrasi. Fitur desain Rupiah digital direncanakan mampu membuka peluang bisnis baru, serta mendukung perangkat regulasi dan kebijakan pelaksanaan uang digital di Indonesia.

Rupiah digital mungkin bukan menjadi hal yang baru untuk masyarakat yang pernah berkecimpung dalam kripto. Mata uang kripto sendiri di Indonesia masih dipandang sebelah mata dan malah dilarang untuk digunakan sebagai alat pembayaran yang sah. Meskipun begitu, kripto beredar di pasar Indonesia sebagai sebuah komoditi yang dapat diperdagangkan. Oleh karena itu, kripto di Indonesia berada dalam naungan BAPPEBTI dan sah digunakan di pasar komoditas berjangka untuk tujuan investasi.

Dalam siaran persnya, Bank Indonesia menyatakan bahwa pengembangan mata uang digital di wilayah Asia Tenggara masih membutuhkan banyak dukungan dari pemangku kepentingan lainnya. Bank Indonesia harus melakukan uji coba untuk menghindari kesalahan fatal yang dapat mempengaruhi ekonomi negara kedepannya.

Penulis: Dhika Ulvi
Dilansir dari beberapa sumber: Bank Indonesia dan Reuters