Aliansi Koin

| EXPANDING BLOCKCHAIN TO NEW HORIZONS

Rekor MURI! Remaja ini Gelar Kegiatan Amal Lewat NFT

Seorang remaja Indonesia bernama Rainier Wardhana Harjanto menggelar donasi bagi penyandang disabilitas melalui platform NFT.

Pemecah rekor MURI, Rainier Wardhana atas pengumpulan amal melalui karya digital NFT - Aliansi Koin

Pemecah rekor MURI, Rainier Wardhana atas pengumpulan amal melalui karya digital NFT

Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) menganugerahkan pemuda bernama Rainier Wardhana Harjanto (16) sertifikat pemecah rekor. Ia menjadi orang Indonesia pertama yang menggelar donasi dalam bentuk non-fungible token (NFT).

MURI juga menganugerahkan sertifikat rekor kepada tiga sosok lainnya dari bidang perfilman “Before, Now, & Then (Nana)”, rekor memasak dengan keluarga terbanyak mencapai 1.245 peserta yakni Nizamia Andalusia School Jakarta, dan aplikasi wakaf masjid oleh GEW Foundation.

“Kami bangga bertemu dengan orang-orang hebat, orang kreatif dan tangguh yang bermanfaat untuk kemajuan bangsa. Indonesia butuh orang-orang seperti yang terpilih hari ini,” ujar Penggagas Museum Rekor Indonesia Jaya Suprana. “Supaya bangsa kita tidak ketinggalan bangsa lain,” tambahnya.

Rainier Dirikan ArtnMe: NGO Amal NFT

Dalam bidang kemanusiaan, Rainier membuka donasi yang diperuntukkan bagi komunitas disabilitas di seluruh Indonesia melalui situs ArtnMe. Situs tersebut merupakan platform organisasi nirlaba yang berfokus pada “inovasi, kreativitas, dan apresiasi karya seni, baik seni konvensional maupun modern”.

Berbentuk NFT, Ia berharap karya seni yang dijual melalui situs dapat menjangkau lebih banyak kolektor, sehingga menghasilkan lebih banyak pendapatan. Dari seniman komunitas disabilitas hingga anak-anak panti asuhan turut andil dalam membuat kreasi NFT.

Rainier juga menyumbangkan sembilan lukisannya sendiri untuk amal guna membantu pembangunan pusat pembelajaran bagi anak-anak dengan down syndrome. Sejak dini, Ia tersentuh dengan kegembiraan dan ketulusan anak-anak tuna rungu, tuna wicara, dan anak dengan kondisi down syndrome.

Sehingga pada tahun 2019, Ia pun menghadiri acara yang diadakan oleh Yayasan ISDI (Ikatan Sindroma Down indonesia) dan POTADS (Persatuan Orang Tua Anak Dengan Down Syndrome), dalam rangka memperingati Hari Down Syndrome Dunia.

“Penting bagi kita untuk menyadari masalah saat ini yang kita miliki di masyarakat dan bagaimana kita dapat mengurangi kesenjangan ketidaksetaraan untuk membantu meningkatkan kehidupan orang lain.”

Rainier Wardhana Harjanto

Sejauh ini, ArtnMe telah mengumpulkan donasi sebesar 550 juta rupiah.


Penulis: Fika Novia
Dilansir dari Jakarta Post, Liputan6, Industrycoid