Aliansi Koin

| EXPANDING BLOCKCHAIN TO NEW HORIZONS

Regulasi KYC untuk Perdagangan Kripto Diperketat Pemerintah Thailand

Pemerintah Thailand baru-baru ini memperbaharui regulasi untuk perdagangan kripto di negaranya dengan memperketat proses KYC. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah adanya money laundering dan agar setiap warga dibatasi memiliki akun kripto yang baru. 

Pengetatan regulasi KYC ini disebabkan oleh adanya peningkatan jumlah akun kripto secara nasional. Pada 26 April, ada 697.780 akun kripto yang dibuat, melonjak 4x lipat dari hanya 160.000 pada akhir tahun lalu. Dengan adanya peningkatan tajam ini, pemerintah Thailand mengambil langkah pengetatan pada regulasi KYC yang menghubungkannya dengan mesin dip-chip.

Mesin dip-chip ini akan memindai chip yang tertanam dalam kartu ID warga negara Thailand. Hal tersebut mengharuskan pemilik akun kripto ini hadir secara langsung dalam proses KYC tersebut. Selain itu, aturan baru ini memiliki tujuan agar Investor (Warga Negara Asing) tidak dapat dengan mudahnya memdapatkan akun kripto di Thailand; sehingga mereka dapat meminimalisir indikasi pencucian uang di negara tersebut.

Adapun menurut Poramin Insom, Co-Founder dan Direktur Satang Corp, setiap aktivitas transaksi aset digital yang melebihi dari 1,8 juta Bath juga wajib dilaporkan. Dan sekarang, mereka harus menyiapkan database untuk melakukan regulasi ini. Bukan hanya aset digital, sebelumnya untuk transaksi jual beli emas yang melebihi 100.000 Bath juga telah diatur regulasinya.

Meskipun demikian, peningkatan tajam jumlah akun kripto di Thailand ini tidak menunjukan peningkatan yang signifikan dalam transaksi kriptonya. Laporan perdagangan P2P Thailand mengalami pertumbuhan yang tidak relatif bergerak. Hal ini dilihat dari volume perdagangan P2P Bitcoin Thailand yang merosot dari 950.000 USD menjadi 600.000 USD.

Kebijakan regulasi baru Thailand ini masih membutuhkan waktu untuk ditetapkan. Hal ini dikarenakan mereka harus memeriksa ulang dan menentukan dokumen apa yang dikirim untuk proses KYC ini serta membutuhkan uji kesesuaian. Di sisi lain, hal ini membuat Asosiasi Perdagangan Kripto Thailand mempersiapkan pembahasan KYC lebih lanjut dengan entitas Securities and Exchanges Commission dan entitas Anti Money Laundering.