Aliansi Koin

| EXPANDING BLOCKCHAIN TO NEW HORIZONS

Regulasi Kripto Jepang Melonggar! Listing Jadi Mudah

Jepang adalah negara yang selalu terdepan dalam hal teknologi selama beberapa dekade. Untuk itu, tak mau ketinggalan, perkembangan regulasi blockchain dan kripto juga sedang dalam proses pemantapan di Jepang. 

Regulasi Kripto Jepang
Regulasi Kripto Jepang Melonggar! Listing Jadi Mudah

Peraturan pemerintah Jepang mengenai listing token kripto dalam exchanger, secara sengaja akan dilonggarkan. Prinsi-prinsip yang mencakup perincian uang tunai dan token kripto akan dipermudah agar transaksi kripto dan uang digital di Jepang menjadi lebih sederhana.

Regulasi mengenai listing token kripto dan uang digital, saat ini disaring oleh Japan Digital and Crypto Asset Alternate Affiliation (JVCEA). Sejauh ini, hanya terdapat 50 aset kripto dalam exchanger mereka yang resmi diperdagangkan di Jepang dengan penyaringan dari JVCEA.

Kini, JVCEA akan menghapuskan penyaringan listing token. Hal ini akan membantu menarik valuta asing ke Jepang. Karena, transaksi dan pertukaran aset digital termasuk kripto menjadi lebih mudah.

Token asing yang akan masuk dalam exchanger memang tidak akan melewati proses penyaringan lagi. Namun, jika token yang akan masuk ke dalam exchanger merupakan token baru, harus tetap masuk melalui proses penyaringan.

Peraturan baru ini harusnya akan diproses dalam bulan ini, paling lama akan diberlakukan pada Maret 2023 nanti. Dokumen perubahan peraturan sekarang sudah beredar diantara perusahaan-perusahaan yang sudah resmi masuk di dalam exchanger terdaftar.

Genki Oda yang merupakan wakil ketua JVCEA juga telah mengkonfirmasi dokumen perubahan tersebut. 

“Proses screening sebelum listing akan dihentikan untuk koin kripto di Jepang pada bulan Maret mendatang. Aturan yang sama seharusnya berlaku untuk token yang dikeluarkan melalui ICO juga.”

Genki Oda, wakil ketua JVCEA

Efek Positif Pelonggaran Peraturan

Peraturan JVCEA yang baru ini tentu akan membawa kemudahan dan perubahan tertentu dalam perusahaan-perusahaan kripto Jepang. Peraturan lama menyebutkan bahwa dalam mendaftarkan token kriptonya, perusahaan dapat secara resmi memasarkan tokennya kedalam exchanger dalam waktu 30 hari setelah pelaporan, disertai lisensi dan laporan penilaian token dari JVCEA.

Sedangkan untuk peraturan yang baru, masa penilaian dan penyaringan tersebut hanya berjalan selama 14 hari saja. Jepang ternyata telah melihat perkembangan kripto yang sangat pesat di negaranya akhir-akhir ini, hingga akhirnya meringankan peraturannya.

Baru-baru ini, salah satu platform pengembang web3 bernama SettleMint bahkan telah mengumpulkan dana senilai 15,5 juta dollar untuk mengembangkan perusahaannya ke Jepang.

Binance yang merupakan platform exchanger kripto terbesar di dunia, juga mulai mengurus lagi lisensi exchanger mereka di Jepang. 

Hal ini tentu dapat terjadi karena regulasi kripto di Jepang mulai kelihatan titik terangnya. Regulator Jepang kini melihat masa depan kripto yang luas, dan memastikan negaranya memiliki cukup ruang untuk perkembangan teknologi tersebut. 

Pandangan Jepang Terhadap Kripto

Pada hakikatnya, Jepang sangat skeptis mgengenai blockchain terutama mata uang kripto. Regulator negara memiliki pandangan yang kurang menyenangan mengenai potensi kriminalisasi yang dapat ditimbulkan dari kripto.  

Jepang sebelumnya memiliki peraturan yang ketat karena melihat maraknya kasus pencucian uang dan kerugian mata uang digital jika terkena kasus eksploitasi. Namun dengan usaha para pengembang web3 dalam meningkatkan keamanan jaringan blockchain, Jepang akhirnya luluh dan berusaha untuk mempercayai kripto dan teknologi blockchain.

Kripto mampu menaikkan perekonomian negara, Jepang melihat potensi ini akhirnya mengubah peraturan mereka menjadi lebih longgar. Hal positif ini juga membawa dampak baik bagi perusahaan industri blockchain dan mata uang kripto di Jepang. 

Penulis: Dhika Ulvi
Dilansir dari beberapa sumber: Bitcoinist dan Metacypher