Aliansi Koin

| EXPANDING BLOCKCHAIN TO NEW HORIZONS

Pajak Crypto yang Fantastis di India Menuai Pro dan Kontra

Pajak crypto sebesar 28% akan diterapkan pada setiap transaksi crypto di Negara India. Terkait rencana peraturan tersebut, Menteri Federal dan Keuangan India akan menyelenggarakan diskusi panel pada tanggal 28-29 Juni 2022.

Pajak transaksi tersebut akan diterapkan disamping pajak penghasilan crypto 30% yang sebelumnya sudah berlaku sejak bulan Februari 2022 lalu di Negara tersebut.

Nirmala Sitharman yang merupakan Menteri Keuangan India, menyambut baik terkait rencana pajak transaksi tersebut, menurutnya hal ini merupakan langkah yang baik untuk menuju peraturan kripto yang positif.

“Setiap pendapatan dari transfer aset digital virtual apa pun akan dikenakan pajak sebesar 30%. Tidak ada pengurangan sehubungan dengan pengeluaran atau tunjangan apa pun yang diizinkan saat menghitung pendapatan tersebut, kecuali biaya perolehan.”

– Menteri Keuangan India, Nirmala Sitharman

Dalam beberapa bulan setelah diberlakukannya pajak penghasilan terhadap aset crypto, volume perdagangan crypto turun sebesar 30%. Adanya tarif pajak tersebut mendorong platform-platform exchanger besar seperti Coinbase dan FTX mempertimbangakan untuk menarik platformnya dari pasar India.

Walaupun demikian, pihak yang berwenang atas aturan tersebut menganggap bahwa pajak sebesar 30% atas pendapatan masih belum cukup. Anggapan tersebut semakin meruncing ditambah beberapa bulan setelah penerapan aturan tersebut, Menteri Keuangan India mengatakan bahwa cryptocurrency mirip seperti perjudian maka dari itu ada aturan perpajakan berfungsi untuk mencegah orang agar tidak berpartisipasi didunia crypto.

Keuntungan yang diperoleh melalui platform exchanger crypto juga dikenakan pajak sebesar 30%. Untuk menghindari pajak yang tinggi, banyak masyarakat India beralih ke DeFi, yang mana dibebaskan dari pajak pendapatan kripto.

Penerapan Retribusi Pajak Crypto

Pada Mei 2022, Dewan Pusat Pajak Langsung India (CBDT) telah mencari cara untuk menerapkan retribusi 20% tambahan pada pendapatan yang dibuat melalui DeFi.

Usulan Dewan Pajak Barang dan Jasa (GST) India terkait Tarif pajak 28% muncul pertama kali pada bulan Mei 2022 .

GST mengklasifikasikan cryptocurrency sebagai game, taruhan, dan lotre. GST membentuk komite hukum untuk mengklasifikasikan ruang lingkup crypto di antara aktivitas ini dan menyarankan tarif yang sesuai.

Untuk mencegah orang India menggunakan mata uang kripto, komite yang bersangkutan mengusulkan tarif pajak 28% lebih tinggi untuk transaksi crypto.

Penulis: Rio Rey
dikutip dari beberapa sumber :
Coincu, Cryptoslate