Aliansi Koin

| EXPANDING BLOCKCHAIN TO NEW HORIZONS

Meta Umumkan Kemerosotan Pendapatan Q2

Kemerosotan ini merupakan kali kedua yang dialami Meta, perusahaan induk Facebook. Mereka turun hinggal 2.8 milyar dollar AS berdasarkan Laporan Q2 yang di rilis kemarin (27/07).

Meta Umumkan Kemerosotan Pendapatan Q2 - Aliansi Koin

Meta Umumkan Kemerosotan Pendapatan Q2

Meta Platform merupakan perusahaan induk yang memayungi raksasa media sosial Facebook, WhatsApp, dan Instagram melaporkan penurunan pendapatan di kwartal kedua.

Penurunan pendapatan tepatnya dari divisi Facebook Reality Labs (FRL) tercatat dari 695 juta dollar AS dari kwartal pertama menjadi 452 juta dollar AS pada kuartal kedua ini.

Divisi tersebut berbeda dari Facebook, Instagram, Messenger, dan Whatsapp. Mereka berfokus pada pembangunan perangkat keras, perangkat lunak, dan basis yang menjadi pusat untuk memasuki metaverse. Singkatnya, FRL merupakan tonggak augmented reality serta virtual reality nantinya.

Ternyata, pada kwartal pertama mereka juga telah mengalami penurunan pendapatan sebesar 2.96 milyar dollar AS. Nilai tersebut turun kembali pada kwartal kedua yang dilaporkan sebesar 2.8 milyar dollar AS.

Kemarin, saham Meta bahkan anjlok ditutup hampir 4% menjadi sekitar 163 dollar AS.

Meta memperkirakan pendapatan Facebook Reality Labs (FRL) akan lebih rendah pada kuartal ketiga dibandingkan dengan kuartal kedua.

Proyeksi Meta

Dibanding memaksimalkan pendapatan jangka pendek, Mark Zuckerberg yang merupakan pemimpin Meta mengatakan bahwa mereka lebih fokus pada metaverse dalam jangka panjang. Di samping itu, inovasi pada Reels atau yang dikenal dengan video-video pendek juga menjadi fokus mereka.

Ketika Mark Zuckerberg mengubah nama Facebook menjadi Meta tahun lalu, Ia mengorientasikan kembali seluruh etos perusahaan untuk mendominasi metaverse.

Ia mengatakan bahwa:

“Mengembangkan platform [metaverse] ini dapat membuka ratusan miliar jika bukan triliunan pendapatan dari waktu ke waktu,”

Mark Zuckerberg, CEO Meta

Fokusnya terhadap metaverse Ia yakini dalam rangka “meletakkan dasar untuk 2030-an yang sukses.”

Zuckerberg telah memberi sinyal mengembangkan metaverse sejak Juni 2022 lalu. Mereka mengumumkan pengembangan layanan mulai dari fitur membuat konten, sistem pembayaran, dompet di metaverse hingga NFT.

Selanjutnya, Ia juga mengatakan tidak hanya Facebook Reality Labs (FRL) mereka akan terus berkomitmen dalam memperhatikan lebih banyak divisi beberapa tahun ke depan.

Penulis: Fika Putri
Dilansir dari beberapa sumber: Coindesk, Decrypt