Aliansi Koin

| EXPANDING BLOCKCHAIN TO NEW HORIZONS

Melanggar Sanksi AS, Kraken Akhirnya Bayar Denda

Pertukaran kripto Kraken yang berbasis di Amerika Serikat akhirnya membayar denda sebesar 360 ribu dolar AS.

Kraken yang berbasis di Amerika Serikat akhirnya membayar denda sebesar 360 ribu dolar AS karena membiarkan transaksi dari Iran. / ALIANSI KOIN

Melanggar Sanksi AS, Kraken Akhirnya Bayar Denda

Tertunda hampir satu tahun, pertukaran kripto Amerika Serikat yaitu Kraken akhirnya melunasi sanksi yang telah dijatuhkan kepada mereka sebesar 360 ribu dolar AS pada Senin (28/11).

Kraken terbukti telah membiarkan untuk menerima transaksi yang berasal dari Iran dalam kurun waktu empat tahun. Tepatnya dari 14 Oktober 2015 hingga 29 Juni 2019.

Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) Departemen Keuangan AS melaporkan bahwa, pertukaran kripto tersebut telah memproses 826 transaksi dengan total sekitar 1,680 juta dolar AS. Adapun transaksi-transaksi itu tertuju pada individu yang keberadaannya dipastikan berasal dari Iran.

Perlu diketahui bahwa Amerika Serikat telah menjatuhkan embargo ekonomi terhadap Iran pada tahun 1979. Mereka melarang ekspor barang atau jasa kepada orang maupun entitas di negara tersebut.

Laporan Departemen Keuangan AS Terhadap Denda Kraken

Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) Departemen Keuangan AS melalui laporan tertulis menegaskan temuan penyelidikan atas pelanggaran pertukaran kripto Kraken.

Kraken gagal mengimplementasikan alat geolokasi yang sesuai dan tepat waktu, termasuk sistem pemblokiran alamat protokol internet (IP) otomatis. Mereka juga membuka layanan ke pengguna yang tampaknya berada di Iran ketika mereka terlibat dalam transaksi mata uang virtual tersebut.

Pada bulan Juli, OFAC memulai penyelidikan terhadap Kraken karena diduga melanggar aturan sanksi ekonomi. The New York Times mengutip sumber anonim yang berafiliasi dengan perusahaan yang mengonfirmasi bahwa pertukaran kripto memungkinkan pelanggan di Iran dan negara lain yang terkena sanksi untuk menggunakan platformnya.

OFAC menyebut Kraken gagal untuk berhati-hati atau memperhatikan kewajiban kepatuhan sanksi ketika mengetahui pertukaran memiliki pelanggan di seluruh dunia.

“[Kraken] menerapkan kontrol geolokasinya hanya pada saat onboarding dan tidak sehubungan dengan aktivitas transaksi berikutnya, meskipun memiliki alasan untuk mengetahui berdasarkan informasi alamat IP yang tersedia bahwa transaksi tampaknya dilakukan dari Iran,”

Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC)

Kepala Bagian Hukum Kraken, Marco Santori melalui pos-el dengan Decrypt pada Juli lalu mengungkapkan bahwa “Kraken dengan senang hati telah menyelesaikan masalah ini, yang kami temukan, dilaporkan sendiri secara sukarela, dan segera diperbaiki.”

Mereka juga mengungkapkan telah “memiliki langkah-langkah kepatuhan yang kuat dan terus mengembangkan tim kepatuhannya agar sesuai dengan pertumbuhan bisnisnya”.

Tahun lalu, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) memerintahkan Kraken untuk membayar denda 1,25 juta dolar AS. Kali itu dikarenakan mereka menawarkan transaksi komoditas ritel dalam aset digital, termasuk Bitcoin secara ilegal.

Pelanggaran tersebut bahkan termasuk gagal mendaftar sebagai pedagang komisi berjangka. Sebagai bagian dari penyelesaian, Kraken akan menginvestasikan 100 ribu dolar AS tambahan untuk kontrol kepatuhan sanksi.


Penulis: Fika Putri
Sumber: The New York Times, Decrypt, & Reuteurs