Aliansi Koin

| EXPANDING BLOCKCHAIN TO NEW HORIZONS

Industri Kripto Hadapi Awal Tahun Buruk Sejak Bitcoin Merosot

bitcoin merest

Untuk pertama kalinya sejak September 2021, Bitcoin merosot di bawah 40.000 USD. Kondisi ini menempatkan BTC pada awal tahun yang buruk bagi alternatif digital mata uang. 

Penurunan lebih dari 40% sejak ATH hampir 69.000USD pada awal November tersebut adalah yang terbesar setidaknya sejak tahun 2012.

Analis senior pasar keuangan di City Index, Fiona Cincotta mengemukakan bahwa pergerakan ini menandai arus yang besar bagi Bitcoin.

Dengan memutar balik ke belakang, Bitcoin hadir setelah krisis keuangan global tahun 2008 oleh Satoshi Nakamoto. Setahun kemudian, untuk pertama kalinya cryptocurrency ini diperdagangkan dengan informasi harga yang masih terbatas. Dengan demikian, eksistensi Bitcoin telah naik hampir 500% sejak akhir 2019.

Bitcoin Merosot, Dampak Pandemi yang Tak Kunjung Akhir

Situasi pandemi mendorong Bitcoin masuk lebih jauh ke arus utama ketika institusi dan investor ritel terlibat dengan pasar kripto. Begitu pula dengen proyek-proyek tambahan sementara pemerintah dan bank sentral yang ikut memberikan jumlah stimulus hingga memecahkan rekor. Dengan Bank Sentral Federal Reserve mempertajam fokus mereka, aset berisiko seperti saham dan aset digital menjadi menderita.

Tekanan ini, oleh Kepala Eksekutif dari Infrastructure Capital Advisors, Jay Hatfield dipandang sebagai pengaruh dari Fed yang mengurangi likuiditasnya sehingga Bitcoin bisa saja berakhir di bawah angla 20.000USD pada akhir 2022.

Namun, Mike McGlone dari Bloomberg Intelligence memproyeksikan bahwa Bitcoin pada akhirnya akan muncul di depan karena dunia semakin digital dan koin menjadi jaminan patokan.

Kebijakan Fed yang lebih ketat tidak hanya mempengaruhi suku bunga, tetapi juga premi risiko ekuitas karena Fed menarik dana dari pasar modal. Investasi berisiko seperti teknologi yang tidak menguntungkan, saham meme, dan cryptocurrency terpengaruh secara tidak proporsional relatif terhadap pasar lainnya karena investasi tersebut kira-kira dua kali lebih fluktuatif dari pasar keseluruhan sehingga memiliki premi risiko dua kali lipat dari rata-rata saham.

Hatfield

Produk investasi aset digital melihat arus keluar dengan total rekor mingguan sekitar $207 juta, menurut data yang dikumpulkan oleh CoinShares. Bitcoin melihat sekitar 107 juta USD dalam arus keluar, kata perusahaan manajemen aset.

Noelle Acheson, Kepala Wawasan Pasar di Genesis Global Trading, mencatat bahwa penurunan Bitcoin tampaknya lebih didorong oleh pedagang koin jangka pendek daripada pemegang jangka panjang. Faktanya, analisisnya menunjukkan bahwa pemegang jangka panjang “membeli penurunan.”