Aliansi Koin

| EXPANDING BLOCKCHAIN TO NEW HORIZONS

Buku Berbentuk NFT Diluncurkan Penerbit Pearson

NFT membuka peluang keuntungan yang lebih besar, perusahaan penerbit buku Pearson sadar akan hal ini dan berencana akan mulai menjual buku berbentuk NFT.

Buku Berbentuk NFT
Buku Berbentuk NFT Diluncurkan Penerbit Pearson

Andy Bird, yang merupakan Ketua Pelaksana dalam perusahaan penerbit buku Pearson telah mengumumkan sebuah press release pada hari Senin (01/08).

Dalam pengumuman tersebut, perusahaannya akan mulai menjual buku dalam bentuk digital NFT sebagai bentuk efisiensi kerja team dan demi kenaikan angka keuntungan dalam perusahaan sebanyak 14%.

“Penilaian Klinis melampaui ekspektasi di semester pertama, dengan pendapatan naik 14% karena fokus berkelanjutan pada kesehatan mental dan kesejahteraan dikombinasikan dengan pendanaan pemerintah yang mendorong permintaan untuk produk inti dan solusi digital.”

Andy Bird, Ketua Pelaksana Pearson.

Keuntungan Penjualan Buku Digital NFT

Buku pelajaran sekolah selalu dicetak berulang kali oleh penerbit setiap tahun seiring bertambahnya siswa/mahasiswa yang membutuhkannya. Namun, siswa/mahasiswa lebih memilih untuk membeli buku pelajaran mereka di toko buku bekas atau bahkan membelinya di toko buku bajakan.

Hal ini tentu menimbulkan kerugian yang besar dalam perusahaan penerbit buku. Menurut Andy, solusi yang tepat untuk mengatasi hal ini adalah membuat buku pelajaran tersebut tersedia dalam bentuk digital dan NFT.

Buku berbentuk NFT akan membantu perusahaan penerbit buku dalam menaikkan keuntungan penjualan buku dan menjaga keaslian buku yang terjual. Siswa yang membutuhkan buku juga tidak lagi kesulitan mencari buku pelajaran asli yang mereka gunakan di sekolah.

Buku NFT Bukan Hal Baru

Konsep menjual buku dalam bentuk NFT ini bukan lagi hal baru dalam dunia pencetakan buku. Sebab, pasar NFT memang sangat menguntungkan. Perusahaan buku yang haus inovasi dan tidak ingin ketinggalan zaman pasti tergiur untuk menggarap produksi buku mereka dalam bentuk NFT.

Teknologi NFT juga membantu penulis indie untuk meluncurkan karya mereka sendiri tanpa harus berkerja sama dengan pihak percetakan.

Dalam negeri, pencetakan buku digital bahkan sudah di mulai dengan platform ZoneBox milik Rizki Wahyudi. Platform tersebut menyediakan fitur untuk anak Indonesia, mengubah karya tulis mereka kedalam bentuk NFT sehingga terhindar dari plagiarisme.

Sementara itu, Walker Caplan yang merupakan penulis LitHub, mengatakan bahwa dunia percetakan tidak perlu khawatir mengenai pasar NFT yang mungkin dapat merugikan dengan keadaan para penulis yang memilih untuk mengubah karya mereka dalam bentuk NFT. Sebab, nilai membaca buku dalam bentuk fisik masih digemari oleh para pembaca.

Bahkan, jika penerbit tradisional memasuki ranah NFT, hal ini mungkin tidak disambut dengan baik oleh para penggemarnya. Penggemar buku tradisional senang membaca buku fisik yang dapat dipegang dan dibuka perlembar.

Dengan maraknya digitalisasi karya seni, penulisan dan penerbitan buku dalam bentuk NFT mungkin akan menjadi hal yang biasa di masa depan. Efisiensi yang ditimbulkan dari digitalisasi sangat dibutuhkan di masa kini. Namun, karya seni merupakan hal yang fleksibel. Buku dalam bentuk digital ataupun fisik, pembaca buku masih akan tetap menikmati bacaannya.

Penulis: Dhika Ulvi
Dilansir dari beberapa sumber: Beincrypto dan The Guardian