Aliansi Koin

| EXPANDING BLOCKCHAIN TO NEW HORIZONS

Berhentikan Karyawan, Persiapan Coinbase menuju Musim Dingin Kripto

Coinbase memberhentikan karyawan merupakan pilihan yang sangat berat bagi team dalam perusahaannya. Hal ini telah di umumkan oleh Brian Armstrong pada hari Selasa, 14 Juni 2022 pada situs Coinbase sendiri.

Coinbase memberhentikan karyawan sebanyak 18% demi keberlangsungan perusahaan menghadapi musim dingin kripto dan resesi yang berkepanjangan.

Setelah berdiskusi dengan Exec Team, Armstrong mengatakan, “Coinbase akan mengalami resesi setelah perkembangan besar-besaran yang kami alami 10 tahun belakangan.”

Coinbase telah mengalami empat kali musim dingin. Menurut Armstrong, mengelola keuangan dengan ketat pada penurunan pasar saat ini adalah hal yang sangat penting.

Pada tahun 2021, Coinbase mengalami pertumbuhan yang terlalu pesat hingga memiliki 1,250 karyawan dalam perusahaan.

“Sementara saat ini kami mencoba memperbaiki hal ini, saya baru menyadari bahwa saat itu kami merekrut terlalu banyak karyawan.”

Selain itu, Armstrong juga mengatakan bahwa biaya untuk karyawan terlalu tinggi. Hal ini tidak efektif untuk mengelola pasar yang tidak pasti.

Musim dingin kripto ini menyebabkan Coinbase melakukan tindakan preventif yang harus dijalani kedepannya. Tindakan tersebut yaitu kebutuhan untuk mengelola pengeluaran dan kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi.

Meskipun Coinbase telah memberhentikan karyawannya, mereka tetap mendukung para karyawan yang terkena dampak. Coinbase membantu mereka menemukan peran baru melalui akses ke Talent Hub.

Selain itu, Coinbase memberikan tunjangan minimum untuk 2 minggu. 1 bulan tunjangan bagi karyawan yang telah bekerja lebih dari satu tahun. Coinbase juga memberikan 4 bulan asuransi kesehatan.

Dengan resminya pengumuman Coinbase dalam memberhentikan karyawan, perusahaan ini telah bergabung dengan beberapa perusahaan lain yang telah melakukan hal yang sama.

Gemini, Robinhood serta platform perdagangan BlockFi juga menyatakan telah memberhentikan karyawannya hingga 20% pada hari senin.

Kris Marzalek, CEO dari Crypto.com bahkan telah mengumumkan di twitter bahwa perusahaannya yang berbasis di Singapura akan memberhentikan 260 karyawannya. Jumlah tersebut mncapai 5% dari seluruh karyawannya.

Meskipun banyak perusahaan yang harus memberhentikan karyawannya, masih terdapat beberapa perusahaan kripto yang masih membuka peluang pekerjaan.

Seperti contoh Binance, masih membuka peluang untuk 2,000 karyawan untuk mengisi posisi Teknisi produk, marketing dan pengembangan bisnis.