Aliansi Koin

| EXPANDING BLOCKCHAIN TO NEW HORIZONS

ChatGPT oleh OpenAI Viral dikalangan KOL Kripto

ChatGPT, sebuah alat kecerdasan buatan baru yang dibuat oleh OpenAI kini viral dikalangan Key Opinion Leader (KOL) kripto di Twitter.

ChatGPT

OpenAI merupakan sebuah perusahaan riset dan penerapan AI (Artificial Intelligence) yang berbasis di San Francisco. Perusahaan ini didirikan oleh Elon Musk, Sam Altman, Ilya Sutskever, Greg Brockman, Wojciech Zaremba, dan John Schulman pada tahun 2015. Misi mereka adalah untuk memastikan bahwa kecerdasan buatan bermanfaat bagi seluruh umat manusia.

ChatGPT memang baru diluncurkan pada bulan November, namun kini semakin populer. Beberapa pengguna bahkan merasa aplikasi ini telah melampaui blockchain dan akan menjadi hal besar dalam dunia teknologi. Bagi kebanyakan orang, konsep ini lebih mudah dipahami daripada blockchain dan mata uang kripto serta menunjukkan lebih banyak pengaplikasian di dunia nyata.

ChatGPT telah menarik minat pengguna karena responnya yang koheren dan mendalam terhadap pertanyaan. Mulai dari bagaimana mengeksploitasi kontrak pintar hingga bagaimana dunia akan berakhir. Sistem kerjanya dengan memasukkan pertanyaan atau pernyataan ke dalam kotak teks AI. Kemudian mesin pencari akan merespon berdasarkan bahasa kueri.

Banyaknya perhatian, penggunaan dan popularitas tersebut menyebabkan ChatGPT mengalami pelambatan layanan dan crash. Sebuah pesan di situs web pada saat penulisan berbunyi, “Kami mengalami permintaan yang sangat tinggi. Harap tunggu sebentar saat kami berupaya meningkatkan sistem kami.”

Tanggapan ChatGPT oleh KOL Kripto

Greg Osuri yang merupakan pendiri Akash Network, sebuah perusahaan web3 mengatakan bahwa ChatGTP dapat mengeksploitasi soliditas kontrak pintar.

Namun, pengembang ChatGPT melihat masa depan di mana kecerdasan buatan dapat menguntungkan pengembang kontrak pintar. Teknologi AI membantu meningkatkan efisiensi dan kepercayaan pelaksanaan kontrak.

Kontrak pintar + A.I. juga dapat digunakan untuk mengotomatiskan evaluasi dan negosiasi persyaratan kontrak.”

ChatGPT Issac Py, Pengembag ChatGPT

Sandeep Nailwal selaku Co Founder Polygon juga mengungkapkan kekhawatirannya tentang ChatGPT DAO. Menurutnya terlalu kuat jika dikendalikan oleh satu entitas.

Penggunaan AI pada DeFi (Decentralized Finance) berpotensi memberikan manfaat yang signifikan. Namun penting bagi pengembang dan regulator untuk mempertimbangkan dan mengatasi potensi risiko. Salah satu kekhawatirannya adalah penggunaan algoritme AI dalam perdagangan dan peminjaman dapat menyebabkan terciptanya sistem kotak hitam yang sulit dipahami dan diatur.

Regulator dan pengembang harus mengambil pendekatan yang hati-hati dan bertanggung jawab. Hal tersebut demi memanfaatkan kekuatan AI dalam meningkatkan kemampuan keuangan terdesentralisasi tanpa menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan.

Penulis: Ratna Ayu
Sumber: decrypt, cointelegraph, dan coindesk.